Pilih Laman

Komunitas Peduli Pendidikan Tanah merah  adalah salah satu Komunitas social yang terbentuk secara spontan di kalangan anak muda kampung  Tablasupa yang  merasa terpanggil untuk berbagi informasih pendidikan kepada anak-anak usia sekolah yang kurang mendapat informasih pendidikan, Komunitas ini berkedudukan dikampung Tablasupa Distrik Depapre Kab.Jayapura.

Sasaran utama dari komunitas ini adalah menumbuh kembangkan kemauan anak-anak tingngkat PAUD,SD,SMP dan yang putus sekolah untuk kembali giat belajar, guna memperoleh informasih pendidikan yang selayanknya.

Metode yang di gunakan oleh Komunitas ini adalah menggunakan cara Turun langsung ke kampung atau Sekolah di mana ada Aktifitas anak-anak dan juga langsung ke sekolah dan  membagikan-bagikan  buku yang disiapkannya  kepada setiap anak yang tertarik dengan buku-buku yang telah disiapkan. Ada juga kepada kalangan umum  anak-anak yang putus sekolah dan mempunyai minat membaca.

Pengadaan buku pendukung program ini juga dilakukan secara partisipatif dari para anggota komunitas itu sendiri dan juga dari kalangan umum yang menyumbangkan buku-buku bekas yang telah di gunakan sebelumnya. Jenis-jenis buku yang dibagikan terdiri dari buku Bacaan,buku bidang study,buku cerita,komik,buku bergambar,buku-buku rohani, buku-buku umum dan lain sebagainya.

Coordinator Komunitas Peduli pendidikan  Sopia Meliza Serontou  Mengatakan bahwa; Kegiatan ini sebagai bentuk Kepedulian sosial secara langsung untuk mendorong terus selera belajar anak  di kampung-kampung  serta  mengingatkan kepada masyarakat  di kampung kampung bahwa,dari letak geografis kampung-kampung  terpencil yang begitu  sulit dilalui, maka harus ada langka-langka kongkrit yang lahir sebagai bentuk kepedulian dari masyarakat akmpung itu sendiri,, demi kemajuan pendidikan pada anak-anak sendiri, tidak hanya bergantung kepada Pemerintah saja, ia juga menambahkan bahwa saat ini Komunitas ini membuka peluang kepada siapa saja, entah secara individu atau kelompok serta lembaga apapun untuk bisa berpartisipasi bersama mereka guna mendorong kegiatan ini, karena menurutnya  masih banyak anak-anak yang memerlukan layanan buku-buku secara  langsung di kampung-kampung yang mereka tempati. tuturnya. (By.Admin – Yau)

%d blogger menyukai ini: