Pose Bersama Tim Tari Kampung Berlabu

Tarian Tradisional masyarakat kampung Tablasupa merupakan wujut dari warisan leluhur kepada generasi secara berturut-turut, Budaya menari sendiri bagi masyarakat Tablasupa adalah sebuah tradisi yang melekat erat dengan kebiasaan hidup, sehingga dalam melakukan pesta-pesta atau upacara-upacara adat lainnya para generasi mudah di latih untuk menampilkannya pada pesta budaya atau kegiatan kampung Lainnya.
Untuk mempertahankan Nilai-nilai budaya yang terancam punah, maka seni tari ini mulai diterapkan kepada anak-anak usia SD, sehingga anak-anak ini  belajar menguasai Tari Tradisional  sebagai ciri khas keasliannya. Pada praktek menari ,lebi banyak di dominasi oleh generasih berusia muda (Anak-Anak) dan diikuti dengan beberapa orang dewasa sebagai motifator dalam barisan menari. hal ini dianggap penting sehingga dalam melakukan pertunjukan terus-menerus tertransferlah bagian-bagian penting dari nilai-nilai budaya itu kepada generasih penerus,sehingga mereka mampu melakukannya sendiri.
Ada bagian-bagian penting dalam melakukan Tarian adat tersebut diantaranya; Menari (Pergerakan), nyanyian (Suara),Busana (Pakaian),Tifa (alat musik) merupakan hal-hal yang tak terpisahkan dari aktifitas penari dalam menyelesaikan satu (Sesien), biasanya dimulai dengan lagu atau nyayian sebagai komando dan diikuti dengan pergerakan badan yaitu Tari,ada juga didahului dengan pemukulan alat musik,selanjutnya menentukan pergerakan secara serentak juga secara individu berirama sampai berakhirnya lagu dan juga diakhiri dengan bunyi tifa yang di pukul secara khusus sebagai aba-aba berhentinya semua rentetan tarian yang dilakukan bersama. Berbagai nada dan gerakan yang mengkisahkan tujuan cerita,atau pesan tertentu selalu di lakukan dalam tarian diiringi  lagu dan gerakan badan yang dilakukan untuk melengkapi jalannya proses tarian sampai usai.
Pada prinsipnya masyarakat Tablasupa melakukan tari-tarian ini tidak hanya sebagai bahan nyanyian atau tarian biasa-biasa,melainkan ada banyak hal yang termuat baik dalam bentuk pesan. sering juga Cerita rakyat atau cerita masa lampau (Mitos) yang dijadikan  sumber-sumber informasih yang dikemas dalam bentuk lagu dan tari untuk menceriterakan kisah-kisah masa lalu kepada generasih yang ada guna mengetaui makna dari peristiwa-peristiwa masa lalu. (Admin-Yau)

%d blogger menyukai ini: